Belajar Geometri melalui Telur Unggas

Pada hari Senin, 28 November 2011 yang lalu, kami mengikuti perkuliahan Introduction to RME yang dibimbing oleh Prof Zulkardi, salah satu tokoh P4MRI dari UNSRI-Palembang. Dalam perkuliahan tersebut, Prof Zulkardi memberikan kami tugas untuk menyusun puzzle, yang berupa potongan dari sebuah telur. Kami yang terdiri dari 15 mahasiswa dibagi kedalam 5 kelompok, yang masing-masing beranggotakan 3-4 orang. Tiap kelompok mencoba untuk menyusun dan kemudian menganalisis permainan ini. Inti dari permainan puzzle ini adalah untuk menyusun potongan telur sehingga membentuk unggas yang sesuai dengan gambar yang diberikan. Oleh karena itulah, permainan ini diberi nama hatching the egg- menetaskan telur.

Pada dasarnya, konsep pembelajaran menggunakan puzzle ini sama dengan konsep pembelajaran dengan menggunakan tangram yang mana sudah pernah kami pelajari dan susun bersama pada pertemuan sebelumnya. Hanya saja tingkat kesulitan menyusun puzzle telur ini lebih tinggi dibanding menyusun tangram yang lalu. Hal ini dikarenakan bentuk bangun datar hasil potongan puzzle telur lebih rumit daripada potongan tangram, yang notabene merupakan bangun datar sederhana (persegi, segitiga, dan jajar genjang) dan banyak potongan yang lebih banyak dibanding tangram. Puzzle telur terdiri dari 10 potongan bangun datar sedangkan tangram terdiri dari 7 potongan bangun datar.

Permainan ini merupakan salah satu contoh model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran abad ke-21,yaitu:

  1.  Adanya communication dalam tiap kelompok. Komunikasi yang terjadi meliputi pembagian tugas,  adu argumentasi/pendapat tentang bentuk susunan puzzle sudah sesuai dengan gambar yang diinginkan atau belum, dan juga dibuktian susunan yang terbentuk telah sesuai.
  2. Collaboration (team work)

Pada dasarnya melelui komunikasi yang terjadi, maka disanalah proses kolaborasi/ kerjasama dalam tim terwujud. Dengan adanya komunikasi yang baik di dalam tim maka proses kerjasama tim akan berjalan dengan baik.

3.      Critical thinking and problem solving

Pada dasarnya permainan ini merupakan salah satu cara untuk mempelajari geometri, namun dengan tingkatan yang lebih tinggi daripada sekadar pengenalan bentuk  bangun datar saja. Melalui permainan ini, siswa akan dituntut berpikir kritis dan belajar memecahkan masalah. Dari proses inilah, karakter siswa untuk dapat berpikir, bernalar, dan memecahkan masalah dapat terbentuk.

4.      Creativity and innovation

Salah satu kelebihan dari permainan ini juga untuk meningkatakan kreativitas dan inovasi kelompok dalam proses pemecahan masalah. Misalnya, pada umumnya seseorang/ suatu kelompok dalam menyusun puzzle akan mencoba-coba secara acak dan kemudian menebak-nebak begitu saja hingga akhirnya terbentuklah gambar yang diinginkan. Hal ini tentunya akan membutuhkan waktu yang lama. Namun salah satu inovasi yang dapat dilakukan untuk mendapatkan hasil susunan dengan lebih cepat adalah dengan menggambar gari-garis bantu pada pola unggas terlebih dahulu dengan pola potongan-potongan dari telur. Kemudian barulah kita susun dan mencoba mengubah di beberapa bagian saja.

Dari 4 karakteristik pembelajaran pembelajaran di abad 21 diatas, dapat kita generalisaikan dalam lima karakteristik pembelajaran dengan pendekatan PMRI dan dapat dijabarkan sebagai berikut :

  1. Phenomenological exploration or the use of contexts (menggunakan masalah kontekstual)

Dalam pembelajaran Hatcing the eggs menggunakan masalah kontekstual. Masalah kontekstual disini adalah proses menetasakan telur unggas. Secara jelas proses menetasnya telur unggas pernah dilihat/diamati oleh siswa. Masalah kontekstual ini merupakan titik tolak dimana pembelajaran matematika yang kita inginkan dapat muncul.

2.      The use of the models or bridging by vertical instruments (menggunakan model)

Oleh karena pembelajaran matematika itu kadang butuh waktuh yang panjang dan sering bergerak dalam berbagai abstraksi maka dalam abstraksi ini perlu digunakan model. Model yang digunakan ini bertujuan sebagai jembatan dari konkret ke abstrak atau dari abstrak ke abstrak lain. Namun tentunya ada beberapa masalah konteks yang tidak dapat kita perlihatkan dengan model yang riil. Salah satunya adalah konteks menetaskan telur ini, kita pastinya sulit untuk membawa dan menghadirkan telur yang akan menetas. Sehingga perlu adanya model yang lain, yang sama-sama dapat mewakili kondisi atau masalah riil yang ada. Model yang digunakan dalam pembelajaran Heatcing the eggs ini adalah menyususn potongan puzzle dari telur menjadi gambar salah satu jenis unggas (ayam, bebek atau burung).

3.      The use of the students own productions and constructions or students contribution (menghargai ragam jawaban dan kontribusi siswa)

Proses pembeljaran ini menuntut kontribusi yang besar dari siswa dimana dalam menyusun puzzle dari telur membentuk gambar salah satu unggas. Siswa berupaya untuk memecahkan masalah dengan cara mereka sendiri dalam menyususn potongan puzzle. Jawaban siswa juga tidak dibatasi, semua jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan dan jelas dihargai oleh guru.

4.      The interactive character of the teaching process or interactivity (interaktivitas)

Dalam pembelajaran ini jelas terlihat interaksi baik antar siswa dan siswa maupun antara siswa dan guru yang berperan sebagai fasilitator. Guru mencoba menbantu dengan memberikan gambar salah satu contoh dari potongan puzzle yang telah dibentuk menjadi burung dan siswa disemangati untuk mencari model-model unggas yang berbeda. Dalam proses pembelajaran siswa saling berdiskusi, saling memberikan penjelasan, membangun kerja sama, dan saling menilai dan memberi masukan.

5.      The intertwining  of various learning strands (terintegrasi dengan topik pembelajaran lainnya)

Hubungan pembelajaran hatcing the eggs dengan karekteristik kelima ini adalah ada keterkaitan antara pembelajaran matematika dengan pembelajaran sains dimana siswa tidak saja belajar memecahkan masalah lewat menyusun puzzle tetapi siswa juga dapat belajar geometri dimana ada beberapa bangun seperti segitiga dan juring lingkaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s